membuat jam

animasi

animasi

div style="position: fixed; bottom: 0px; right: 30px;width:160px;height:160px;">animasi blog
Animasi Blog

Kamis, 05 Desember 2013

MAKALAH

MAKALAH ILMU KALAM


ALIRAN KHAWARIJ


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
 Mengkaji aliran-aliran ilmukalam pada dasarnya merupakan upaya memahami kerangka berpikit dan proses pengambilan keputusan para ulama aliran teologi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kalam.Pada dasarnya, potensi yang dimiliki setiap manusia baik berupa potensi bilogis maupun potensi psikologis secara natural adalah sangan distigtif.Oleh sebab itu, perbedaan kesimpulan antara satu pemikiran dan pemikiran yang lain dalam mengkaji suatu objek tertentu meruoakan suatu hal tang bersifat natural pula.Dalam kaitan ini, Waliyullah ad-Dahlawi pernah mengatakan bahwa para sahabat dan tabi'in biasa berbeda pendapat dalam mengkaji suatu masalah tertentu.Mengenai sebab-sebab pemicu perdebatan pendapat,Ad-Dahlawi tampaknya lebih menekankan aspek subjek pembuatan keputusan sebagai pemicu perbedaan pendapat.

B.Rumusan Masalah
1. Bagaimana Latar belakang kemunculan Khawarij ?
2. Apa saja kah doktrin-doktrin pokoknya ?
3. Bagaimana perkembangannya ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui bagaimana latar belakang kemunculan khawarij
2. Untuk mengetahui apasa saja doktrin-doktrin yang di bawa.
3. Untuk bisa mengetahui bagaimana dengan perkembangannya

BAB II
PEMBAHASAN
B.1 Latar belakang kemunculan Khawarij
Secara etimologi kata khawarij berasal dari bahasa arab, yaitu kharaja yang berarti keluar, muncul, timbul, atau memberontak.Berdasarkan pengertian etimologi itu pula, khawarij berarti setipa muslim yang ingin keluar dari kesatuan umat islam.Adapun yang di maksud khawarij dalam terminologi ilmu kalam adalah suatu sekte/kelompok/aliran pengikut Ali bin aAbi thalib tang keluar meninggalkan barisan karena ketidak sepakatan terhadap keputusan Ali yang menerima arbitrase ( tahkim ), dalam perang Siffin pada tahun 37 H/648 M, dengan kelompok bughat ( pemberontak )Muawiyah bin Abi sufyan perihal persengketaan khalifah.Kelompok khawarij pada mulanya memandang Ali dan pasukannya berada di pihak yang benar karena Ali merupakan khalifah sah yang telah dibai'at mayoritas umat Islam, sementara Muawiyah berada di pihak yang salah karena memberontak khalifah yang sah.Lagi pula berdasarkan estimasi khawarij,pihak Ali hampir menang pada peperangan itu, tetapi karena Ali menerima tipu daya licik ajakan damai Muawiyah, kemenangan yang hampir di raih itu raib.Setelah menerima ajakan damai, Ali bermaksud mengirimkan Abdullah bis Abbas sebagai delegasi juru damai (hakam)nya,tetapi orany-orang khawarij menolaknya.Keputusan tahkim, yakni diturunkan jabatan Ali sebagai khalifah dan mengangkat Muawiyah menjadi khalifah pengganti Ali sangat mengecewakan orang-orang khawarij. Mereka membelot dengan mengatakan " Mengapakalian berhukum kepada manusia.Tidak ada hukum selain hukum yang ada di sisi Alloh.Pada saat itu juga orang-orang khawarij keluar dari pasukan Ali dan langsung menuju Hururiah.

B.2 Khawarij dan Doktrin-doktrin pokoknya
Diantara doktrin-doktrin pokok khawarij adalah sebagai berikut :
a. Khalifah atau imam harus dipilih secara bebas oleh seluruh umat islam
b. Khalifah tidak harus berasal dari keturunan Arab.Dengan demikian setiap orang muslim berhak menjadi khalifah apabila sudah memenuhi syarat.
c. Khalifah di pilih secara permanen, selama yang bersangkutan bersikap adil dan menjalankan syariat Islam.
d. Khalifah sebelum Ali ( Abu bakar,Umar dan Utsman ) adalah sah, tetapi setelah tahun ke tujuh dari masa kekhalifahanya, Utsman r.a dianggap telah menyeleweng.
e. Khalifah Ali adalah sah, tetapi setelah terjadi arbitrase dia di anggap telah menyeleweng.
f. Muawiyah dan Amr bin Al-Ash serta Abu Musa Al-Asy'ari juga dianggap menyeleweng dan telah dianggap kafir.
g. Seseorang harus menghindar dari pimpinan yang menyeleweng.
Bila di analisa secara mendalam, doktrin yang di kembangkan kaum khawarij dapat di kategorikan dalam tiga kategori : politik, teologi dan sosial. Mereka menolak untuk di pimpin orang yang dianggap tidak pantas, jalan pintas yang di tempuhnya adalah membunuhnya, termasuk orang yang mengusahakannya menjadi khalifah.Doktrin teologi Khawarij yang radikal pada dasarnya merupakan imbas langsung dari doktrin sentralnya, yakni doktrin politik. Radikalitas itu sangan di pengaruhi oleh sisi budaya mereka yang juga radikal serta asal-usul mereka yang berasal dari masyarakat badawi dan penegmbara padang pasir tandus. Hal itu menyebabkan watak dan pola pikirnya menjadi keras, berani, tidak tergantung pada orang lain, dan bebas.

B.3 Perkembangan khawarij
Sebagaimana telah di kemukakan, khawarij telah menjadikan imamah-khalifah(politik) sebagai doktrin sentral yang memicu timbulnya doktrin-doktrin teologis lainnya.Subsekte khawarij yang membicarakan persoalan hukum bagi orang yang berbuat dosa besar, apakah masih dianggap mukmin atau telah menjadi kafir. Tindakan kelompok khawarij ini merisaukan hati umat Islam saat itu sebab, dengan cap kafir yang di berikan salah satu subsekte tertentu khawarij,jiwa seseorang harus melayang, walaupun oleh subsekte lain ia msih di anggap mukmin.Bahkan, dikatakan bahwa jiwa seorang Yahudi atau Majusi masih lebih berharga di bandingkan dengan jiwa seorang mukmin.Semua aliran yang bersifat radikal, pada perkembangan lebih lanjut, di kategorikan sebagai aliran khawarij,selama di dalamnya terdapat indikasi doktrin yang identik dengan aliran ini. Berkenaan dengan ini Harun nasution mengidentifikasi beberapa indikasi aliran yang dapat di kategorikan aliran khawarij yaitu sebagai berikut :
a. Mudah mengkafirkan orang yang tidak segolongan dengan mereka walaupun orang itu adalah penganut agama Islam.
b. Islam yang benar adalah Islam yang mereka fahami dan amalkan, sedangkan Islam sebagaimana yang di fahami dan diamalkan golongan lain tidak benar.
c. Orang-orang Islam yang tersesat dan menjadi kafir perlu di bawa kembali ke Islam yang sebenarnya, yaitu Islam seperti Islam yang mereka fahami dan amalkan.
d. Karena pemerintahan dan ulama yang tidak sefaham dengan mereka adalah sesat, maka mereka memilih iman dari golongan mereka sendiri yakni imam dalam arti pemuka agama dan pemuka pemerintahan.
e. Mereka bersifat panatik dalam faham dan tidak segan-segan menggunakan kekerasan dan membunuh untuk mencapai tujuh mereka.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari penjelasan diatas dapat di simpulkan bahwa lahirnya Khawarij karena ketidak puasan dari hasil arbitrase yang menganggap Ali bersalah. Aliran ini mengularkan doktrin-doktrin yang ekstrim, dan di masa perkembangannya mereka mempunyai kriteria khusus tentang kafir dan aturan agama yang mereka anut.
B. Saran
Makalah ini sungguh sangan jauh dari kata baik apalagi sempurna, bagi siapa aja yang membacanya harap bisa memberikan saran dan kritikan yang membangun.

Daftar pustaka

Rozak, Abdul.& Anwar,Rosihon 2011. Ilmu Kalam. CV. Bandung: Pustaka Setia.









 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

anm

[Click to get more.]